liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Transaksi Shopee hingga Tokopedia Melambat, Diduga karena TikTok Dkk

Biaya Admin Penjual Tokopedia Naik, Ini Beda dengan Shopee

Transaksi e-commerce seperti Shopee, Tokopedia dan Lazada sedikit meningkat tahun ini. Bank Indonesia (BI) menduga hal itu karena maraknya social commerce atau belanja di media sosial, seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

BI menyebutkan transaksi e-commerce tahun lalu mencapai Rp 476,3 triliun. Total transaksi sebesar 3,48 miliar.

Nilai transaksi meningkat 19% secara tahunan (year-on-year/yoy), namun masih di bawah target BI sebesar Rp489 triliun.

“Kita harus memahami bahwa e-commerce bermanfaat ketika mobilitas rendah. Jadi kami melihat kemungkinan peningkatan transaksi offline akan menyebabkan (transaksi) e-commerce menurun,” kata Deputi Gubernur BI Doni P Joewono dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (19/1).

Selain itu, ia menduga hal itu disebabkan maraknya tren social commerce seperti berbelanja di TikTok, Whatsapp hingga Facebook.

Faktor lainnya adalah biaya. BI saat ini sedang mengkaji kemungkinan pengurangan transaksi di e-commerce karena biaya transaksi melalui media sosial lebih murah dibandingkan Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Bukalapak.

BI memperkirakan nilai transaksi e-commerce akan meningkat 12% tahun depan. Sementara itu, jumlahnya diprediksi meningkat hingga 17%.

Transaksi TikTok Shop di Asia Tenggara diperkirakan mencapai US$4,4 miliar atau sekitar Rp66,7 triliun pada 2021, menurut dua sumber The Information. Nilainya lebih kecil dari Shopee dan Lazada, serta Tokopedia di Indonesia.

“Pengeluaran pengguna (TikTok Shop) di Asia Tenggara meningkat lebih dari empat kali lipat. GMV jadi US$ 4,4 miliar,” ujar dua sumber The Information, pekan lalu (9/1).

GMV TikTok Stores di Asia Tenggara pada 2021 akan berada di bawah Shopee sebesar US$ 62,5 miliar atau Rp 899 triliun. Dengan rincian sebagai berikut:

Lazada juga mencatatkan GMV per September 2021 sebesar US$21 miliar atau sekitar Rp302 triliun. Sementara itu, pengguna aktif tahunan meningkat 1,8 kali menjadi 130 juta.

Di Indonesia, Tokopedia juga mencatatkan GTV atau Nilai Transaksi Bruto (GTV) sebesar Rp 230 triliun pada 2021. Nilai tersebut meningkat 46% dibanding 2020 atau year on year (yoy).

Tokopedia menargetkan GTV tahun lalu Rp 334 triliun, atau naik 24% dibanding 2021. Sedangkan GTV tahun 2024 ditargetkan Rp 669 triliun.

Selain GMV TikTok yang lebih kecil dari Shopee, Tokopedia, dan Lazada, Instagram berencana menghapus fitur “Belanja” atau “Toko” dari navigasi utama aplikasi. Fitur ini hadir sejak akhir tahun 2020, saat tren belanja online melonjak akibat pandemi corona.