liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Survei: Shopee Lampaui TikTok di Bisnis Live Streaming

Kurangi Biaya Promosi, Transaksi Shopee Rp 298 Triliun dalam 3 Bulan

Shopee adalah platform e-commerce paling disukai untuk streaming langsung di Asia Tenggara. Perusahaan yang berbasis di Singapura itu mengalahkan TikTok dan Instagram.

Itu berdasarkan survei perusahaan e-logistik Ninja Van terhadap lebih dari 1.186 merchant di Asia Tenggara pada November 2022. Survei tersebut bertujuan untuk memahami fenomena berbelanja menggunakan live streaming.

Hasilnya, sekitar 27% responden menggunakan Shopee, ujarnya seperti dikutip Tech In Asia, Senin (16/1). Dengan rincian sebagai berikut:

Shopee 27%Facebook 25.5%TikTok 22.5%Lazada 15%Instagram 7%YouTube 3%

Satu dari tiga responden merupakan live seller atau penjual yang menggunakan fitur siaran langsung. Mereka menghabiskan hingga enam jam setiap minggu melakukan sesi penjualan.

Bagi pedagang di e-commerce, taktik pemasaran ini bisa mempercepat penjualan. Penjual rata-rata menggunakan dua platform untuk menjual live streaming.

Namun, survei tersebut tidak merinci nilai transaksi dari penjualan live streaming di masing-masing platform.

Sementara itu, sumber The Information melaporkan, transaksi bruto alias GMV TikTok di Asia Tenggara ditaksir mencapai US$ 4,4 miliar atau sekitar Rp 66,7 triliun tahun lalu. Khusus di China, nilainya diperkirakan US$ 208 miliar atau sekitar Rp 3.155 triliun.

“Ketika saya membeli dari sesi penjualan langsung, saya melihat bagaimana mereka (penjual) menggunakan produk dan mendengarkan mereka menjelaskan produk tersebut,” ujar Project Assistant Manager Indonesia Live Shopper Ferisa Mega Putri (26 tahun).

Dengan begitu, dia merasa ingin membeli produk tersebut. “Ada rasa urgensi yang tidak saya dapatkan dari saluran (penjualan) lain,” ujarnya.

Survey Ninja Van menunjukkan bahwa ada tiga pendorong utama para seller untuk go live, yaitu:

Mendatangkan pelanggan baru Cara yang bagus untuk membangun hubungan yang lebih dalam dengan pelanggan Menghasilkan lebih banyak buzz dan kesadaran

Seperti dilansir Tech In Asia, juru bicara perusahaan mengatakan bahwa TikTok Store akan terus memberikan ‘layanan hyperlocal di setiap pasar’. Ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan di Asia Tenggara tahun ini.