liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Survei: 39,2% Warga RI Lebih Sering Pakai E-Wallet Saat Belanja Online

Survei: 39,2% Warga RI Lebih Sering Pakai E-Wallet Saat Belanja Online

Era digital saat ini memudahkan jual beli secara online. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Data Indonesia, 39,2% responden mengaku paling sering menggunakan metode pembayaran dengan dompet digital atau e-wallet saat berbelanja online.

Sedangkan untuk pembayaran menggunakan kartu kredit/debit, tarif minimalnya hanya 2%. Pembayaran berbasis online atau e-wallet kini lebih banyak diminati oleh masyarakat dibandingkan transaksi langsung (offline).

Survei ini dilaksanakan mulai 25 Agustus hingga 10 September 2022 dengan melibatkan 334 responden awal yang tersebar di 20 wilayah di seluruh Indonesia. Komposisi gender dan generasi responden sudah proporsional dengan jumlah penduduk Indonesia. Survei ini dilakukan untuk mengetahui kebiasaan belanja online di Indonesia saat ini atau saat wabah Covid-19 sudah mulai mereda.

Head of Data Indonesia, Setyardi Widodo mengatakan, responden lebih banyak menggunakan e-wallet karena transaksi dengan sistem lebih cepat, aman, dan mudah.

“Tentu saja menggunakan e-wallet atau mentransfer pembayaran saat berbelanja online lebih mudah. Terlihat dari persentasenya, yang menggunakan e-wallet 39,2%, transfer 33,2%, dan COD 22,6%,” kata Kepala Data Indonesia Setyardi Widodo dalam webinar Membaca Data Tren Pengguna, Rabu (21/10). /09).

Setyardi juga mengatakan 40,7% responden mengaku menghabiskan Rp 200.001 – Rp 500.000 per bulan untuk belanja online. Wanita menghabiskan lebih banyak uang untuk berbelanja daripada pria.

Sedangkan berdasarkan generasinya, generasi milenial paling banyak berbelanja online yaitu 44,1% dibandingkan Z yang hanya 41,1% dan X 37,9%.

Ia menjelaskan, generasi milenial lebih banyak menghabiskan waktunya untuk online karena sudah berada di usia produktif dan rata-rata sudah memiliki penghasilan yang dinilai cukup baik. “Milenial lebih konsumtif karena sudah produktif dan punya penghasilan sendiri. Sehingga nilai konsumen sudah terbentuk dengan baik,” ujarnya.

Data Indonesia juga menampilkan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli barang. Hasilnya, sebagian besar responden (26,6%) menyatakan bahwa review pelanggan lain menjadi faktor utama dalam memutuskan membeli barang di e-commerce.

Selain itu, faktor lain yang juga mendorong keputusan pembelian adalah promosi dan diskon dengan persentase sebesar 24,6%. “Respon banyak orang yang tertarik belanja online tentunya setelah melihat review produk, agar tidak salah pilih dan mengalami penipuan. Memang review dari pembeli sebelumnya sangat berpengaruh, promosi dan diskon juga tidak kalah berpengaruhnya,” ujarnya.