liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Pasar Startup E-Commerce Indonesia Lebih Potensial daripada Singapura

Survei: 39,2% Warga RI Lebih Sering Pakai E-Wallet Saat Belanja Online

Indonesia memimpin dalam hal jumlah pengguna e-commerce yang berbelanja melalui ponsel. Sementara pangsa trafik seluler di Singapura sedikit meningkat, meski memiliki dua unicorn e-commerce, yakni Shopee dan Lazada.

Berdasarkan laporan iPrice bertajuk ‘Perilaku Belanja Online Indonesia’ 2021/2022, 94% pelanggan e-commerce menggunakan smartphone untuk mencari produk. Angka ini meningkat 16% dari periode 2016/2017.

“Hal ini mungkin didorong oleh fakta bahwa separuh dari 278 juta penduduk Indonesia berusia di bawah 30 tahun,” kata iPrice dalam siaran persnya, Selasa (28/6). “Kami melihat pergerakan e-niaga yang kuat menuju dunia khusus seluler.”

iPrice menilai tujuh ‘unicorn’ e-commerce Indonesia berperan dalam mengubah perilaku belanja konsumen. “Pengoptimalan situs untuk perangkat yang lebih kecil dan peluncuran aplikasi mendorong jutaan orang ke platform seluler,” kata perusahaan itu.

Sementara itu, pertumbuhan lalu lintas e-commerce di Singapura yang menggunakan ponsel sedikit meningkat dari 70% pada 2016/2017 menjadi 71,95% pada 2021/2022.

Perincian lalu lintas e-commerce menggunakan ponsel di Asia Tenggara adalah sebagai berikut:

Indonesia 81% (2016/2017) naik 16% menjadi 94% (2021/2022) Thailand 74% (2016/2017) naik 4,66% di 2021/2022 Filipina 71% (2016/2017) naik 4,421% di 20224 70% ( 2016/2017) naik 1,95% menjadi 71,95% (2021/2022) Malaysia 69% (2016/2017) naik 8,4% pada 2021/2022 Vietnam 65% (2016/2017 ) naik 14,9% menjadi 729. /2022)

Laporan tersebut didasarkan pada penelitian terhadap aktivitas 125 juta pengguna di seluruh situs web iPrice Group dari 1 Januari 2021 hingga 30 April 2022.

Dikutip dari Insider Intelligence, menghasilkan literasi digital yang juga mobile-centric memiliki kecenderungan sebagai berikut:

Sangat terhubung ke media sosial Berbelanja melalui layar kecil Gunakan aplikasi pembayaran seluler dengan antusias Pembeli seluler juga cenderung membeli dua kali lebih banyak daripada pengguna desktop. Pangsa itu melonjak dibandingkan periode 2016/2017, ketika pembelian berbasis desktop hampir tiga kali lebih besar daripada seluler.

Di Indonesia, pengguna layanan e-commerce massal telah beralih ke ponsel. Berdasarkan laporan Google, Temasek dan Bain & Company berjudul e-Conomy SEA 2021, hampir 15 juta penduduk Indonesia di wilayah non-perkotaan menggunakan layanan berbasis internet untuk pertama kalinya pada paruh pertama tahun 2021.

Cakupan internet yang lebih luas, akses smartphone yang lebih mudah dan terjangkau menjadi kunci pertumbuhan penetrasi mobile internet di Indonesia.

Survei We Are Social Indonesia mengungkapkan bahwa 96% responden memiliki perangkat pintar. Sedangkan yang memiliki komputer desktop atau laptop sebanyak 67%.

Sebagai salah satu pengadopsi awal e-wallet di Asia Tenggara, konsumen Indonesia juga lebih percaya diri dalam melakukan pembelian melalui sistem pembayaran mobile.

“Perubahan mendasar dalam pilihan gaya hidup sehari-hari ini tentunya akan mendorong terbentuknya generasi ‘mobile only’,” ujar iPrice.

“Momentum ini dapat menjadi katalis bagi para pelaku bisnis untuk membuka peluang dan model bisnis baru, misalnya dengan menerapkan taktik pemasaran seperti fitur e-wallet eksklusif atau kupon dan promosi yang hanya tersedia di perangkat mobile,” tambah iPrice.