liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

‘Kejutan’ Tokopedia dan Lazada saat Shopee ‘Terpuruk’

‘Kejutan’ Tokopedia dan Lazada saat Shopee ‘Terpuruk’

Shopee telah melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK di Indonesia dan menutup layanan di beberapa negara. Di tengah situasi ini, Tokopedia dan Lazada justru memperluas pasarnya.

Selain PHK, e-commerce berwarna jingga itu juga menutup layanan di Prancis dan India pada Maret lalu. Shopee juga dikabarkan akan meninggalkan Argentina dan menutup operasi lokal di Chili, Kolombia, dan Meksiko.

Tokopedia mengisyaratkan akan memperluas pasarnya ke luar negeri. Co-Founder dan Vice Chairman Tokopedia Leontinus Alpha Edison mengatakan perusahaannya mirip dengan Gojek.

Gojek telah berkembang dari Singapura ke Vietnam. “Mimpinya ke sana (ke luar negeri). Ini kejutan berikutnya,” ujar Leontinus dalam acara Annual Bali Telkom International Conference di Nusa Dua, Bali, Kamis (22/9).

Namun, dia tidak mau menyebutkan negara mana yang ingin dia tuju.

Pada tahun 2019, pendiri dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan bahwa perusahaan ingin mengikuti kesuksesan perusahaan e-commerce global seperti Alibaba dan Amazon. Karena itu, dia fokus mengembangkan pasar domestik terlebih dahulu sebelum melebarkan sayap ke negara lain.

William mengatakan, Alibaba dan Amazon sangat fokus mengembangkan mitra penjual lokal melalui berbagai fasilitas pendukung di awal. “Jadi, ini (fokus) yang ingin kami lakukan di Tokopedia,” kata William di kantornya, pada 2019 (19/6/2019).

Namun, Tokopedia juga menggandeng boy band Korea Selatan BTS sebagai brand ambassador untuk memperkenalkan perusahaan ke pasar global.

Sementara itu, Presiden GoTo Patrick Cao yang pada 2019 menjabat sebagai Presiden Tokopedia mengatakan perusahaan sedang mempelajari potensi pendapatan dari layanan ekspor, berdasarkan pengalaman e-commerce lainnya. Hal ini disampaikan pada acara DealStreetAsia di Singapura tahun 2019 lalu.

Senjata Baru Lazada untuk Bersaing dengan Tokopedia dan Shopee

Selain Tokopedia, Lazada berencana memperluas pasar. Kabarnya, Lazada menyasar pasar Eropa yang lebih dulu ditembus Shopee.

Namun Shopee kini dikabarkan akan hengkang dari pasar Eropa.

Alibaba dikabarkan menyuntik Lazada dengan total modal US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 19,3 triliun. Raksasa teknologi China disebut ingin mendorong e-commerce Singapura untuk menyasar pasar Eropa.

Dana US$ 1,3 miliar itu diberikan dalam dua tahap, yakni US$ 912,5 juta (Rp 13,6 triliun) dan US$ 378,25 juta (Rp 5,7 triliun).

Alibaba disebut memiliki target yang ambisius melalui investasi ini. Tahun lalu, perusahaan China tersebut mengatakan kepada investor bahwa mereka ingin menggandakan nilai transaksi bruto (GMV) di Lazada menjadi US$1 miliar.

Selain itu, raksasa teknologi itu ingin Lazada menarik 300 juta pengguna. E-commerce asal Singapura kini memiliki 150 juta pengguna.

Lazada juga menyuntikkan pembayaran DANA ke startup financial technology (fintech). E-commerce Singapura juga melihat peluang untuk memperluas layanan keuangan setelah investasi ini.

“Tidak hanya pembayaran melalui dompet digital, tapi juga bayar nanti atau beli sekarang bayar nanti,” ujar Chief Executive Officer Lazada Group James Dong dalam diskusi terbatas di Lazada One, Singapura, tiga pekan lalu (1/9). “Bahkan, dalam jangka panjang, jasa keuangan lainnya seperti pinjaman untuk penjual.”

Lazada masuk ke ekosistem DANA melalui putaran investasi bersama Sinar Mas. Selain itu, e-commerce ini membeli saham dari Elang Mahkota Teknologi (Emtek).

Emtek melepas sahamnya di DANA ke Lazadapay Holdings Pte Ltd. Nilai investasi untuk penjualan saham tersebut sebesar US$ 304,5 juta atau sekitar Rp 4,51 triliun.

Penjualan saham tersebut dilakukan Grup Emtek melalui anak usahanya, PT Kreatif Media Karya (KMK) di saham PT Elang Andalan Nusantara (EAN).

EAN merupakan induk perusahaan dari PT Elang Sejahtera Mandiri (ESM) yang merupakan pemegang saham pengendali PT Espay Debit Indonesia Koe (Espay) atau DANA.

DANA kini menjadi unicorn. Dengan rincian sebagai berikut: