liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Investor Ungkap Alasan E-Commerce Marak PHK Usai Untung Berkat Pandemi

Investor Ungkap Alasan E-Commerce Marak PHK Usai Untung Berkat Pandemi

Semakin banyak startup e-commerce yang di-PHK tahun ini. Padahal sektor tersebut sudah diuntungkan oleh pandemi corona sejak awal tahun 2020.

Perusahaan e-commerce yang melakukan PHK antara lain Shopee Indonesia, Tanihub, JD.ID, Beres.id, Bananas, GoTo (Tokopedia), dan Sirclo. Beberapa dari mereka bahkan menutup layanan.

Edward Ismawan Chamdani, Co-Founder dan Managing Partner di Ideosource dan Gayo Capital, mengatakan pasar sedang mengalami koreksi mendalam secara global. “Pasti ada PHK,” katanya kepada Katadata.co.id, Rabu (23/11).

Efisiensi yang bisa dilakukan bukan hanya PHK. Namun, pada dasarnya dalam kondisi krisis kas saat ini, perseroan mengutamakan kelangsungan usaha dengan mengamankan posisi arus kas, ujarnya.

Untuk flash e-commerce alias quick commerce seperti Pisang dan HappyFresh, menurutnya subsektor ini dipengaruhi oleh keadaan ekonomi. Apalagi sektor ini baru mulai,” imbuhnya.

Perdagangan cepat adalah salah satu sektor yang mendapat pendanaan awal tahun ini. Namun, startup di sektor ini justru menutup layanannya dan ada pula yang melakukan perampingan.

Tidak

Starter

Pemberhentian karyawan

Tutup Layanan

Pivot

1

TaniHub

penghentian pada bulan Februari

Tutup operasi gudang atau pergudangan di Bandung dan Bali pada bulan Februari

Hentikan bisnis ke konsumen (B2C). Fokus pada bisnis ke bisnis (B2B)

2

Brambang

Platform Brambang.com akan ditutup pada bulan Mei

Buat layanan baru bernama BraambangElektronik

3

Kotak sayur

Dilaporkan penghentian pada bulan Juli

Toko offline Harvest Store tutup pada bulan Juni

4

HappyFresh

Tutup layanan di Jakarta pada awal September dan buka kembali operasi pada akhir September atau setelah menerima dana

5

pisang

penghentian pada bulan Oktober

Tutup layanan pada bulan Oktober

Membuat layanan baru, tetapi belum diumumkan

Sumber: Data diolah Katadata.co.id

Padahal sektor ini disuntik modal secara besar-besaran oleh investor. Dengan rincian sebagai berikut:

Tidak

Waktu

Starter

tandai itu

Investor

1

Januari

Toko Sayur

US$ 3,5 juta (Rp 50 miliar)

Angel Investor atau investor individu

2

Februari

Pisang (perdagangan cepat)

US$ 1,5 juta (Rp 21,5 miliar)

East Ventures, SMDV (Sinar Mas), ARISE, MDI Ventures (Telkom), angel investor

3

Berbaris

Kotak sayur

US$ 120 juta (Rp 1,7 triliun)

Northstar dan Alpha JWC Ventures, International Finance Corporation (IFC), Astra, Syngenta Group Ventures dan Global Brain, serta beberapa investor

4

Mungkin

Astro (perdagangan cepat)

US$ 60 juta

Accel, Citius, Tiger Global, Sequoia Capital India, AC Ventures, Global Founders Capital, Lightspeed

5

Juni

Berdagang

US$ 6,6 juta

BTPN Syariah Ventura, Monk’s Hill Ventures, CEO Payfazz Hendra Kwik

6

Juli

Toko Sayur

t/a

Kejora – Orbit SBI, Triputra

7

September

HappyFresh

t/a

Genesis, Innoven dan Mars

Sumber: Data diolah Katadata.co.id

“Pisang dan HappyFresh dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro, terutama dengan sektor yang baru mulai seperti fast trade,” ujar Edward.

“Jalan menuju profitabilitas masih panjang dan tempat bermain bagi pemodal ventura mungkin bukan profitabilitas, tetapi merger dan akuisisi. Sementara kondisi merger dan akuisisi saat ini masih belum jelas untuk satu sampai dua tahun ke depan,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Ketua Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro. “Sebab, saat situasi ekonomi menantang, masyarakat mengurangi pembelian secara online kecuali yang memiliki kebutuhan besar,” ujarnya.

Dia menuturkan, perusahaan start-up menghadapi beberapa tekanan seperti penurunan daya tarik atau pendapatan, terdorong untuk meraih keuntungan, dan kesulitan memperoleh pembiayaan. Akibatnya mereka menciptakan efisiensi.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh startup, yaitu:

Pengurangan anggaran atau anggaran pemasaran Pengurangan peluncuran fitur produk Ekspansi dan penghentian yang tertunda