liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Harga Bitcoin Naik ke Level Tertinggi karena Inflasi AS Turun Lagi

Harga Bitcoin Naik ke Level Tertinggi karena Inflasi AS Turun Lagi

Harga bitcoin melonjak ke level tertinggi sejak 8 November tahun lalu. Pasalnya, para pedagang bereaksi positif terhadap inflasi Amerika Serikat (AS) yang terus merosot hingga 6,5% pada Desember 2022.

Inflasi Amerika turun dibandingkan November 2022 sebesar 7,1% dan dari level tertinggi pada Juni 2022 yaitu 9,1%. Penurunan ini ditengarai akan menahan laju kenaikan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR).

Harga Bitcoin juga naik 8,4% menjadi US$19.013,3 per koin pada Kamis (12/1), menurut data CoinMetrics.

Bank sentral AS, The Fed dan bank sentral nasional lainnya telah menaikkan suku bunga acuan mereka selama sekitar setahun terakhir. Hal itu bertujuan untuk menekan inflasi.

Langkah tersebut membuat harga saham dan cryptocurrency anjlok tahun lalu.

Dengan jatuhnya inflasi Amerika, bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya, sehingga menghilangkan beberapa tekanan pada aset berisiko.

Selain itu, harga bitcoin didorong oleh pengumuman pengacara FTX atas penemuan aset likuid yang diperkirakan bernilai US$5 miliar. FTX dan ratusan afiliasinya bangkrut diduga karena pendirinya, Sam Bankman-Fried, melakukan beberapa penipuan.

Sebelumnya, harga bitcoin turun sekitar 74% dari level tertinggi sepanjang masa November 2021 sebesar US$68.990. Tahun lalu, hampir US$1,4 triliun hilang dari pasar crypto.

Harga bitcoin mulai naik di awal tahun, dan terus mencatat kenaikan selama 12 hari terakhir.

“Bitcoin telah berada dalam tren turun selama lebih dari setahun, yang merupakan periode bear market standar dalam kripto,” kata Vijay Ayyar, wakil presiden pengembangan di bursa kripto Luno.

“Kami mengalami banyak peristiwa negatif yang terjadi selama setahun terakhir, dan jika kita melihat reaksi harga terhadap peristiwa tersebut, umumnya penurunannya lebih kecil. Indikasi bahwa pasar menerima berita dengan baik, tekanan jual terserap. Oleh karena itu, kami bergerak ke tahap pengumpulan,” tambah Ayyar.

“Ini juga bisa berarti bahwa pasar menganggap yang terburuk sudah berakhir untuk pasar crypto, dan berita paling negatif sekarang diperhitungkan,” kata Ayyar.

Cryptocurrency lain juga melonjak karena kenaikan harga bitcoin. Detailnya adalah:

Ethereum naik hampir 5% menjadi US$1.397,78 Binance token BNB naik 3% menjadi US$283