liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Dolar Menguat, Harga Smartphone dan Barang Elektronik Malah Turun

Dolar Menguat, Harga Smartphone dan Barang Elektronik Malah Turun

Harga smartphone dan barang elektronik lainnya turun di tengah menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Pada Senin (25/7), nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mencapai Rp14.990.

Executive Vice President Kemitraan Dagang, Wisnu Iskandar mengatakan, biasanya harga barang elektronik naik saat dolar AS menguat terhadap rupiah. Namun, saat ini harga smartphone dan barang elektronik lainnya turun signifikan dibandingkan tahun lalu.

Menurut Wisnu, penurunan harga itu karena permintaan barang tidak terlalu tinggi. Oleh karena itu, terjadi perlambatan atau penurunan bisnis elektronik dan ponsel pintar.

“Karena permintaan tidak terlalu tinggi, bisnis jadi lambat,” kata Wisnu dalam acara Blibli Office Tour – 11th Anniversary Series, Senin (25/7).

Menurut Wisnu, meski dolar menguat, merek tidak akan menaikkan harga produknya. “Bahkan jika dolar naik, saya kira merek tidak akan menaikkan harga, mereka akan lebih berhati-hati, karena pasar sedang turun,” jelasnya.

Wisnu mengatakan dampak dolar yang lebih kuat terhadap kenaikan harga elektronik dan smartphone belum terlihat. Oleh karena itu banyak penjual smartphone yang masih menggunakan harga lama.

Berdasarkan laporan International Data Corporation (IDC), Samsung berhasil mengatasi posisi Oppo dengan mendominasi pengapalan smartphone di Indonesia. Pangsa pasar smartphone asal Korea Selatan mencapai 23,3%.

Samsung berhasil mengapalkan 2,1 juta unit smartphone di Indonesia pada kuartal I 2022. Jumlah pengapalan tersebut meningkat 2,9% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) sebanyak 2 juta unit. Pangsa pasar smartphone Samsung di Indonesia juga meningkat dari 18,7% tahun lalu.

Menurut IDC, Samsung berhasil meraih posisi teratas di Indonesia pada kuartal pertama setelah 2,5 tahun. Kesuksesan Samsung didorong oleh strategi perusahaan merilis beberapa model flagship, seperti seri flagship Galaxy S22 dan model Galaxy A03, serta beberapa seri A lainnya.