liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Dikabarkan Segera IPO, Ini Strategi Bisnis Blibli Memenangkan Pasar

Dikabarkan Segera IPO, Ini Strategi Bisnis Blibli Memenangkan Pasar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengisyaratkan e-commerce Blibli akan segera hadir di Bursa Efek Indonesia (BEI). Blibli saat ini sedang giat mengembangkan strategi bisnisnya untuk meraih keuntungan, terutama dengan membidik pasar omnichannel.

Blibli fokus pada bisnis omnichannel dengan meluncurkan BlibliMart di tahun 2020. Cabang fisik memungkinkan pelanggan berbelanja langsung, namun pembayaran dilakukan tanpa uang tunai dan tanpa kasir.

E-commerce biru ini juga mengakuisisi saham penerbit retail PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) atau manajemen Ranch Market tahun lalu.

Blibli juga menerapkan strategi omnichannel dengan menyasar warung, melalui Blibli Mitra. Tokopedia dan Bukalapak mengambil langkah serupa, karena sudah mendaftarkan IPO mereka lebih awal. Saat ini sudah lebih dari 100 ribu store partner yang telah bergabung dengan Blibli Mitra di seluruh Indonesia.

Selain itu, Blibli meluncurkan fitur Click & Collect di tahun 2019 untuk memperkuat strategi omnichannel. Fitur ini memungkinkan pelanggan memilih produk secara online melalui website atau aplikasi, kemudian menerima pesanan langsung di toko.

Ada juga Blibli InStore. Layanan ini memungkinkan pelanggan berbelanja di toko offline dan melakukan pembayaran cicilan 0% dari bank rekanan Blibli.

Senior Vice President Blibli O2O David Michum mengatakan perseroan akan terus berinovasi mengembangkan layanan omnichannel lainnya. “Bisnis omnichannel akan terus kami kembangkan, termasuk bekerja sama dengan banyak partner. Kami akan memperluas jangkauan tidak hanya dari segi wilayah, tetapi juga produk dan kategori,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (25/7) di Jakarta.

Ia mengatakan Blibli gencar membidik pasar omnichannel karena prediksi ini akan menjadi tren di masa mendatang. “Saat ini kita sedang memasuki era dimana dunia offline dan online saling mendukung, dan terhubung sepenuhnya,” ujarnya.

Selain itu, strategi omnichannel menurutnya mampu memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda bagi pengguna Blibli. Omni-channel juga akan mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan menguntungkan.

“Sejauh ini, strategi omnichannel menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik bagi Blibli dan mitra yang menggunakan solusi ini,” ujar David.

CEO & Co-Founder Blibli Kusumo Martanto juga mengatakan, ke depannya Blibli akan semakin mengintegrasikan layanan online dan offline. “Tujuannya, kami ingin memudahkan pelanggan untuk berbelanja,” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa strategi omnichannel dilakukan Blibli sebagai bagian dari keberlanjutan perusahaan.

Blibli dikabarkan akan segera mencatatkan saham perdananya ke publik atau IPO. Namun, Blibli belum bersedia memberikan jawaban terkait kabar tersebut.

OJK menyebutkan hingga Juni, ada 57 perusahaan yang berencana IPO. Dari 57 perusahaan yang antre untuk mencatatkan sahamnya, delapan di antaranya berasal dari sektor teknologi dengan nilai Rp 7,36 triliun.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Djustini Septiana mengatakan, nilai IPO perusahaan teknologi sangat tinggi. Namun, tidak banyak perusahaan yang masuk dalam kategori unicorn dan decacorn yang akan melakukan IPO.

“Saat IPO pasokannya cukup tinggi, seperti GoTo, dan sebentar lagi Blibli,” kata Djustini dalam Media Briefing OJK, Selasa (14/6).