liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77

Dikabarkan Akan Dilepas JD.com, Ini Respons JD.ID

Dikabarkan Akan Ditinggal JD.Com, JD.ID PHK Lagi 200 Pegawai

JD.ID menanggapi kabar bahwa mereka akan dirilis oleh JD.com. Perusahaan e-commerce tersebut menyatakan hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai hal tersebut di tingkat manajemen.

Saat ini perseroan masih fokus pada program Super 8 yang dimulai Agustus 2022. “Semuanya masih on track,” ujar Head of Corporate Communications and Corporate Social Responsibility (CSR) JD.ID Setya Yudha Indraswara dalam pesan tertulis melalui email. kepada Katadata.co.id, Kamis (2/12).

JD.com dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menutup operasinya di Indonesia dan Thailand. Hal itu dilakukan raksasa e-commerce China itu untuk menekan kerugian di kawasan Asia Tenggara dan memperkuat operasi domestik.

Seperti dikutip dari South China Morning Post, sumber mengatakan pertumbuhan penjualan menjadi tantangan bagi JD.com di Asia Tenggara. Saat ini perusahaan sedang mencari investor untuk menggabungkan bisnisnya di Indonesia di Thailand.

Tiga orang yang dekat dengan bisnis e-commerce Indonesia mengatakan JD.com sedang mencari investor untuk mengambil saham di JD.ID. Langkah serupa juga akan dilakukan di JD Central di Thailand.

Rencana JD.com untuk menarik diri dari Asia Tenggara awalnya dilaporkan oleh media China Xiaguangshe. Sebuah sumber menyebutkan, ekspansi perseroan di Indonesia dan Thailand dalam delapan tahun terakhir menelan biaya US$ 1,39 miliar atau setara Rp 21,8 triliun.

Langkah ini mencerminkan lambatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia dan Thailand. Hal ini seiring dengan meningkatnya biaya hidup dan inflasi.

Pada Mei lalu, JD.ID dikabarkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Seorang karyawan yang menolak disebutkan namanya mengatakan perusahaan kini fokus pada peningkatan arus kas untuk mencapai margin positif.

Sementara itu, JD Central mengalami kerugian sejak diluncurkan. JD.com kehilangan 1 miliar yuan ($2,2 triliun) dalam usaha patungan antara 2017 dan 2021.

Untuk performanya, JD.com di Indonesia dan Thailand masih kalah dibandingkan Shopee, Lazada, Tokopedia, Blibli, dan Bukalapak.