liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86

Blibli Siap Merambah Metaverse karena Masa Depan E-commerce

Blibli Siap Merambah Metaverse karena Masa Depan E-commerce

Dunia maya atau metaverse digadang-gadang akan menjadi tren teknologi masa depan, termasuk untuk sektor e-commerce. Blibli pun bersiap menyambut teknologi ini.

Metaverse adalah versi terbaru dari virtual reality (VR) bebas komputer. Pengguna dapat memasuki dunia maya menggunakan perangkat berupa headset atau kacamata berbasis augmented reality (AR) atau VR.

Senior Vice President and Head of Business Development Blibli Yohanes Lukiman mengatakan perseroan memiliki tim evaluasi teknologi baru yang bertugas mengevaluasi teknologi terbarukan, termasuk metaverse.

“Kalau ada pengembangan metaverse, kami akan evaluasi token atau NFT yang tidak bisa digunakan dan lain-lain. Nanti kita lihat apakah ada ruang di sana,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (25/7).

Jika ada ruang untuk sektor e-commerce dan permintaan dari pasar besar, menurutnya Blibli tertarik masuk ke pasar metaverse. “Kalau ada kesempatan, kami evaluasi dengan serius,” katanya.

Namun menurutnya, Blibli tidak akan mengembangkan teknologi metaverse untuk saat ini. Ada beberapa alasan, termasuk akses ke teknologi metaverse yang membutuhkan perangkat seperti headset VR dan tidak banyak permintaan untuk itu. Selain itu, kerangka hukum untuk teknologi ini belum ada di Indonesia.

“Jadi, hak intelektual terkait teknologi ini tidak dilindungi,” ujarnya.

Sebelumnya, Bendahara Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan memperkirakan teknologi metaverse akan banyak diadopsi oleh perusahaan e-commerce. Teknologi dunia maya ini telah diadopsi oleh startup di bidang hiburan dan pembuat konten.

“Potensi di bidang ini sangat besar,” katanya.

Meski demikian, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan penerapan metaverse di sektor ini masih dalam tahap pengembangan. Secara teknis, teknologi metaverse untuk e-commerce akan bekerja dalam proses perdagangan yang menggunakan sistem elektronik. Salah satunya, bisa mengandalkan game online.

“Bisa berupa jual beli barang digital yang bisa digunakan di game online. Volume transaksinya cukup besar,” ujar Bima.

Teknologi ini diprediksi akan menjadi tren masa depan. Pendiri Microsoft Bill Gates memperkirakan bahwa rapat kantor di dunia maya atau metaverse akan menjadi tren di tahun 2023 – 2024.

Bill Gates menyebut periode tren pertemuan virtual ini sebagai tahun yang paling tidak biasa dan sulit. Ia menganggap tahun ini dan tahun-tahun berikutnya sebagai periode yang lebih digital.

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah mendorong banyak orang untuk menggunakan teknologi digital. Ini termasuk merevolusi tempat kerja.

Raksasa teknologi China, Baidu, juga memperkirakan penggunaan metaverse akan memakan waktu lama, yakni hingga enam tahun untuk sepenuhnya hadir di seluruh dunia.

Presiden HTC China Alvin Graylin juga mengatakan bahwa metaverse lengkap akan ada di sini dalam lima hingga 10 tahun. Namun, beberapa produk pendukung akan hadir lebih cepat.